Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

2 hasil
Subjek: setek
DaftarKartu
ThesisOpen AccessMetadata saja

Respon Pertumbuhan Setek Melati Putih (Jasminum sambac) melalui Aplikasi ZPT Alami Lidah Buaya

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

RESPON PERTUMBUHAN SETEK MELATI PUTIH (Jasminum sambac) MELALUI APLIKASI ZPT ALAMI LIDAH BUAYA Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian zat pengatur tumbuh (ZPT) alami dari material lidah buaya terhadap pertumbuhan setek melati putih (Jasminum sambac) serta menentukan dosis terbaik yang mendukung perkembangan vegetatif tanaman. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan empat taraf perlakuan, yaitu F1 (100 g), F2 (200 g), F3 (300 g), dan F4 (400 g) lidah buaya. Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 16 satuan percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah akar, dan panjang akar pada umur 2, 4, 6, dan 8 minggu setelah tanam (MST). Data dianalisis melalui uji normalitas Shapiro–Wilk, kemudian dilanjutkan dengan analisis ragam (ANOVA) dan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian material lidah buaya berpengaruh nyata terhadap seluruh parameter pertumbuhan setek melati putih. Perlakuan F3 (300 g) merupakan perlakuan terbaik dengan rata-rata tinggi tanaman 15,13 cm, jumlah akar 10 helai, panjang akar 4,03 cm, dan jumlah daun 10 helai pada umur 8 MST. Hal ini menunjukkan bahwa dosis 300 g mampu memberikan keseimbangan hormon pertumbuhan alami yang optimal bagi tanaman. Dengan demikian, material lidah buaya dapat direkomendasikan sebagai ZPT alami yang efektif, mudah diperoleh, ramah lingkungan, serta berpotensi meningkatkan keberhasilan perbanyakan setek melati putih.

0 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

RESPON SETEK TANAMAN PURING KOI (Codiaeum variegatum) TERHADAP BERBAGAI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN

2024•

Puring (Codiaeum variegatum) merupakan tanaman endemik Indonesia dengan keindahan daun eksotik yang bervariasi baik warna maupun bentuk. Tanaman puring ini dapat diperbanyak dengan cara vegetatif, yaitu menggunakan teknik perbanyakan setek. Aplikasi zat pengatur tumbuh seperti NAA, IAA dan IBA dapat mempercepat pertumbuhan dan pembentukan akar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jenis auksin (NAA, IAA dan IBA) dengan konsentrasi berbeda terhadap pertumbuhan setek Puring Koi (Codiaeum variegatum). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan satu faktor yaitu H0= kontrol, H1= NAA 100 mg/l, H2= NAA 200 mg/l, H3= NAA 300 mg/l, H4=IAA 100 mgl, H5=200 mg/l, H6=IAA 300 mg/l,H7= IBA 100 mg/l, H8= IBA 200 mg/l, H9= IBA 300 mg/l. Terdapat 10 perlakuan dengan 3 ulangan dan setiap ulangan ada 3 eksperimen sehingga diperoleh 90 percobaan. Parameter yang diamati meliputi jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas, jumlah akar, panjang akar, dan persentase stek hidup. Data hasil penelitian di Uji Normalitas, data yang berdistribusi normal dianalisis dengan Sidik Ragam Anova (Analisis Of Variance) dan dilanjutkan dengan uji Duncan Multiple Range Test (DMRT). Data yang tidak berdistribusi normal dianalisis menggunakan analisis non-parametrik Kruskal Wallis. Data hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis auksin NAA, IAA, dan IBA memberikan pengaruh berbeda pada setiap parameter. NAA dan IAA lebih cenderung dalam meningkatkan jumlah tunas dan daun, IBA mendukung pertumbuhan akar dengan baik. NAA memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 100 mg/l dengan jumlah tunas 4,11 dan jumlah daun 26,22. IAA memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 100 mg/l dengan rata-rata jumlah daun 32,22 helai dan panjang tunas 17,44 cm. IBA memberikan hasil terbaik pada konsentrasi 300 mg/l dengan rata-rata jumlah akar mencapai 115.44.

1 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail