Lewati ke konten utama
Beranda / Hasil pencarian

Hasil pencarian

Jelajahi seluruh publikasi yang tersedia.

18 hasil
Subjek: Pengelolaan
DaftarKartu
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH LITERASI KEUANGAN TERHADAP PENGELOLAAN KEUANGAN DENGAN PERILAKU KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI PADA MASYARAKAT KECAMATAN TARAKAN TIMUR DAN TARAKAN BARAT

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga dengan perilaku keuangan sebagai variabel mediasi pada masyarakat Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat. Pengelolaan keuangan rumah tangga merupakan aspek penting dalam menjaga stabilitas ekonomi keluarga, namun masih menghadapi berbagai permasalahan akibat rendahnya literasi dan perilaku keuangan masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Tarakan Timur dan Tarakan Barat yang telah berumah tangga. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 120 orang. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Square-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga serta terhadap perilaku keuangan. Perilaku keuangan juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga serta mampu memediasi pengaruh literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan rumah tangga. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan literasi keuangan dapat membentuk perilaku keuangan yang lebih baik sehingga meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan rumah tangga. Penelitian ini memberikan implikasi bagi pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan, dan masyarakat dalam meningkatkan edukasi keuangan untuk mendukung pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih efektif.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pertanggungjawaban Pemerintahan Desa dalam Melaksanakan Kewenangan Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes)

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis (1) kewenangan kepala desa dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), serta (2) mekanisme pertanggungjawaban kepala desa dalam pengelolaan APBDes. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif, dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Pendekatan perundang-undangan digunakan untuk menelaah ketentuan hukum yang mengatur tentang kewenangan dan pertanggungjawaban kepala desa dalam pengelolaan keuangan desa sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan berbagai peraturan turunannya. Sementara itu, pendekatan konseptual digunakan untuk memahami konsep pertanggungjawaban hukum, prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik (good village governance), serta asas transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan publik di tingkat desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kewenangan kepala desa dalam pengelolaan APBDes merupakan perwujudan otonomi desa yang harus dijalankan berdasarkan prinsip partisipatif, transparansi, dan akuntabilitas. Kepala desa bertanggung jawab penuh terhadap seluruh tahapan pengelolaan APBDes, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, hingga pertanggungjawaban akhir. Mekanisme pertanggungjawaban kepala desa mencakup aspek administratif, keuangan, dan hukum yang wajib disampaikan secara periodik kepada Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pemerintah daerah, dan masyarakat. Pelanggaran terhadap mekanisme tersebut dapat berimplikasi pada sanksi administratif maupun pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Rekomendasi hasil penelitian ini adalah perlunya peningkatan kapasitas kepala desa dan aparatur desa melalui pelatihan teknis serta penguatan sistem pengawasan internal, agar pelaksanaan kewenangan dan pertanggungjawaban dalam pengelolaan APBDes dapat berjalan sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan desa yang baik, transparan, dan akuntabel.

8 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Perlindungan Hak Keperdataan Pemegang Hak Guna Bangunan Di Atas Tanah Hak Pengelolaan THM Kota Tarakan

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini menganalisis hubungan hukum pemegang Hak Pengelolaan (HPL) dan pengembang serta implikasinya terhadap perlindungan hak keperdataan pemegang Hak Guna Bangunan (HGB) dalam sengketa THM Kota Tarakan. Permasalahan utama bersumber dari ketidakpastian perpanjangan HGB pasca peralihan ruko dari pengembang ke masyarakat di atas lahan HPL milik pemerintah daerah. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan hukum antara pemegang HPL, developer, dan pemegang HGB merupakan hubungan hukum berlapis yang mengandung unsur publik dan privat. Pemegang HPL memiliki kewenangan penguasaan tanah berdasarkan pelimpahan dari negara, yang kemudian bekerja sama dengan developer melalui perjanjian untuk pengembangan lahan. Selanjutnya, developer melakukan peralihan kepada pihak ketiga melalui jual beli bangunan yang diikuti dengan pemberian HGB. Namun demikian, kedudukan pemegang HGB tetap bergantung pada persetujuan pemegang HPL, sehingga menimbulkan ketidakseimbangan posisi hukum, khususnya ketika terjadi penolakan perpanjangan HGB. Selain itu, penelitian ini juga menyoroti implikasi hukum bagi bangunan ruko yang dijadikan agunan Hak Tanggungan, di mana berakhirnya jangka waktu HGB mengakibatkan hapusnya Hak Tanggungan yang membebani bangunan tersebut secara otomatis. Bentuk perlindungan hak keperdataan bagi pemegang HGB dapat ditelusuri melalui ketentuan dalam Undang-Undang Pokok Agraria, Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2021, serta prinsip-prinsip hukum perjanjian dalam KUHPerdata. Perlindungan tersebut mencakup kepastian hukum atas hak, hak prioritas untuk perpanjangan, serta upaya hukum melalui gugatan wanprestasi atau perbuatan melawan hukum. Lebih lanjut, jika perpanjangan hak tidak diberikan, pemegang HGB berhak mendapatkan ganti rugi atas nilai investasi bangunan secara adil sebagaimana diatur dan janji pemerintah dalam Surat Nomor 591/142/Pem/1996.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PERAN TRANSPARANSI, AKUNTABILITAS DAN PENGAWASAN INTERNAL DENGAN KAPASITAS SDM SEBAGAI PEMODERASI DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS APBD BERBASIS KINERJA DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh transparansi, akuntabilitas, dan pengawasan internal terhadap efektivitas pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berbasis kinerja di Provinsi Kalimantan Utara, dimana variabel moderasinya adalah kapasitas sumber daya aparatur. Penganggaran berbasis kinerja dirancang untuk memastikan bahwa outcome dari penganggaran tersebut menghasilkan capaian yang terukur untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Oleh karena itu, tata kelola keuangan yang efektif memerlukan penerapan transparansi, akuntabilitas, serta mekanisme pengawasan internal yang kuat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif eksplanatori. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada Aparatur Sipil Negara dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara dengan sampel penelitian 200 orang. Data dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS untuk menguji hubungan langsung maupun hubungan moderasi antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap efektivitas pengelolaan APBD berbasis kinerja. Pengawasan internal juga berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan keuangan daerah. Selain itu, kapasitas sumber daya aparatur memperkuat hubungan antara transparansi dan akuntabilitas dengan efektivitas penganggaran berbasis kinerja. Namun demikian, efek moderasi kapasitas aparatur terhadap hubungan antara pengawasan internal dan efektivitas APBD tidak signifikan.

6 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH KOMPETENSI, PENGELOLAAN SUMBER DAYA MANUSIA DAN KECERDASAN EMOSIONAL PERANGKAT DESA DALAM MENINGKATKAN TATA KELOLA ADMINISTRASI DESA DI KABUPATEN MALINAU

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Tata kelola administrasi desa merupakan elemen penting dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan desa yang efektif, transparan, dan akuntabel. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat berbagai permasalahan administrasi desa yang disebabkan oleh keterbatasan kapasitas aparatur desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional perangkat desa terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perangkat desa di Kabupaten Malinau dengan jumlah sampel sebanyak 210 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner menggunakan skala Likert. Analisis data menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi perangkat desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Pengelolaan sumber daya manusia juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Demikian pula, kecerdasan emosional perangkat desa terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa. Secara simultan, kompetensi, pengelolaan sumber daya manusia, dan kecerdasan emosional memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tata kelola administrasi desa di Kabupaten Malinau.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

STUDI KOMPOSISI JENIS DAN UKURAN UDANG HASIL TANGKAPAN UTAMA (Trammel Net) DI PERAIRAN SEBATIK KABUPATEN NUNUKAN IMPLIKASI UNTUK PENGELOLAAN BERKELANJUTAN

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi jenis dan ukuran udang hasil tangkapan utama menggunakan alat tangkap trammel net di perairan sebatik, kabupaten nunukan, kalimantan utara, serta implikasinya terhadap pengelolaan berkelanjutan. penelitian ini di lakukan di perairan sebatik, kabupaten nunukan, selama tiga bulan, dari bulan mei hingga bulan juli 2025. pengambilan sampel dilakukan secara acak dengan mempertimbangkan jumlah hasil tangkapan nelayan. Analisis meliputi identifikasi morfologis, perhitungan kelimpahan relatif, indeks keanekaragaman, distribusi ukuran, hubungan panjang-berat, serta parameter populasi dan tingkat eksploitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi hasil tangkapan didominasi oleh udang windu (penaeus monodon) dan udang putih (litopenaeus vannamei) sebagai hasil tangkapan utama (31,96%), sementara hasil tangkapan sampingan mencapai (68,03%). Distribusi ukuran memperlihatkan sebagai besar udang tertangkap dalam kondisi juvenil atau belum mencapai ukuran matang gonad, yang mengindikasikan adanya potensi penangkapan berlebihan (overfishing). Nilai tingkat eksploitasi E sebesar 0,50-0,56 menunjukkan bahwa stok udang di perairan sebatik berada dapam kondisi fully exploited. Selain itu, berkelanjutan sumber daya udang sangat dipengaruhi oleh kondisi ekosistem mangrove yang berfungsi sebagai daerah pemijahan, pembesaran, dan pencarian makan. Degradasi mangrove akibat ahli fungsi lahan dan polusi memperburuk tekanan terhadap stok udang. Oleh karena itu diperlukan strategi pengelolaan terpadu, seperti pembatasan ukuran tangkapan, modifikasi alat tangkap, penerapan musim penutupan, serta rehabilitas mangrove berbasis masyarakat untuk menjamin berkelanjutan perikanan udang di perairan sebatik.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

EKSISTENSI APARATUR PENGAWAS INTERN PEMDA DALAM PENGAWASAN PENGELOLAAN DANA DESA

2026•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

ABSTRAK Penelitan ini bertujuan untuk menganalisis Eksistensi Aparatur Pengawas Intern Pemda dalam Pengawasan Pengelolaan Dana Desa. Berdasarkan latar belakang, maka dua permasalahan yang diangkat dalam penelitan ini adalah; bagaimana pelaksanaan pengawasan yg dilakukan oleh APIP dalam pengelolaan dana desa dan bagaimana konsep pengawasan yang ideal oleh APIP dalam pengelolalan dana desa. Penelitan ini menggunkan tipe penelitian hukum normatif, dengan pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (Statute approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Berdasarkan hasil penelitian, Pengawasan Dana Desa oleh APIP bertujuan menjamin penggunaan yang transparan, akuntabel, dan sesuai aturan. Berdasarkan PP No. 60 Tahun 2008, Permendagri No. 73 Tahun 2020, dan SE Mendagri No. 700/1281/A.1/IJ Tahun 2021, APIP melaksanakan pengawasan melalui audit, reviu, evaluasi, dan pemantauan, baik secara preventif maupun represif. Kegiatan ini dirancang dalam Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT), dilaporkan melalui Laporan Hasil Pengawasan (LHP), dan ditindaklanjuti bersama pihak terkait seperti Inspektorat, Dinas PMD, Camat, dan BPD. Tujuannya adalah memastikan Dana Desa digunakan tepat sasaran, efektif, dan efisien untuk kemajuan desa. Konsep pengawasan ideal oleh APIP dalam pengelolaan dana desa mengacu pada PP No. 60 Tahun 2008 tentang SPIP dan PP No. 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, yang menekankan pengawasan berbasis risiko, bersifat preventif-edukatif, serta dijalankan secara independen dan profesional. APIP tidak hanya mencari kesalahan, tetapi juga memberikan pembinaan dan konsultasi kepada aparat desa. Dukungan teknologi, seperti integrasi dengan Siskeudes, memperkuat deteksi dini penyimpangan. Pengawasan dilakukan secara kolaboratif namun tetap tegas dalam tindak lanjut, demi mewujudkan tata kelola dana desa yang akuntabel dan berkelanjutan.

5 dilihat · 2 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

POTENSI PENGELOLAAN SEMUT RANGRANG (Oecophylla smaragdina) SECARA BERKELANJUTAN DI PULAU TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Semut rangrang, khususnya kroto merupakan salah satu sumberdaya hayati yang dimanfaatkan sebagai pakan, pangan, dan manfaat lainnya. Pulau Tarakan memiliki potensi semut rangrang, yang saat ini dikelola melalui hasil perburuan atau pemanenan kroto di alam. Hal tersebut dapat berdampak bagi keberlangsungan semut rangrang di alam. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi potensi dari aspek ekologi, aspek teknologi, dan sosal ekonomi pengelolaan semut rangrang (O. smaragdina). Serta, strategi pengelolaan berkelanjutan di Pulau Tarakan. Penelitian menggunakan metode survey dan wanwancara. Adapaun data yang dikumpulkan aspek ekologi yakni karekteristik habitat, karakteristik pohon, iklim mikro, sarang dan koloni. Selanjutnya, aspek teknologi yakni alat, bahan, dan metode pemanenan kroto. Serta, aspek sosial ekonomi meliputi karakteristik pengumpul dan pedangang kroto, dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukan (1) pinggiran hutan, permukiman, dan daerah pertanian merupakan ekosistem bagi semut rangrang. Sedangkan, jenis tumbuhan terdiri dari Akasia, Beringin, Kelapa, Ketapang, Mangga, Mengkudu, Sukun, Waru, dan Nyiri Abang, dan rata-rata jumlah sarang ± 8–12 sarang per lokasi per area lokasi Pengumpul. Selain itu, Struktur pohon (tinggi dan luas kanopi), kondisi mikrohabitat (intensitas cahaya), serta keberadaan pohon inang tertentu berpengaruh terhadap distribusi sarang dan produksi kroto; (2) aspek teknologi pemanfaatan kroto menggunakan peralatan sederhana, tanpa standar operasional panen yang baku. Penentuan lokasi dan pohon yang memiliki sarang umumnya dilakukan berdasarkan pengalaman individu pengumpul; (3) aspek sosial–ekonomi menunjukkan hanya terdapat 5 (lima) pengumpul yang aktif, dan 3 (tiga) pedangag kroto. Nilai ekonomi kroto yang relatif tinggi dengan harga berkisar Rp180.000 – 220.000/kg serta permintaan pasar yang meningkat, dan masih kategori layak untuk kegiatan usaha; (4) hasil analisis strategi menggunakan SWOT yang dipertajam dengan matriks IFAS–EFAS dan evaluasi kuadran Internal–Eksternal menunjukkan bahwa pengelolaan kroto berada pada Kuadran I (+,+). Kondisi ini menandakan bahwa pengelolaan kroto memiliki kekuatan internal dan peluang eksternal yang dominan. Strategi yang tepat adalah strategi progresif–agresif yang memanfaatkan kekuatan ekologis dan peluang pasar, namun tetap mengendalikan ancaman utama berupa eksploitasi berlebihan dan alih fungsi lahan. Strategi prioritas meliputi penerapan SOP panen berkelanjutan, pengembangan semi-budidaya berbasis pohon inang, perlindungan habitat, peningkatan kapasitas pengumpul, serta penguatan kemitraan pasar.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Strategi Optimalisasi Pengelolaan Aset Tetap untuk Meningkatkan Layanan Publik Studi Kasus pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Kota Tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan aset tetap merupakan aspek penting dalam mendukung akuntabilitas dan efektivitas pelayanan publik. DPRKPP Kota Tarakan memiliki tanggung jawab dalam mengelola aset tetap agar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan serta dapat dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi optimalisasi pengelolaan aset tetap di DPRKPP Kota Tarakan dan mengidentifikasi faktor yang menjadi kekuatan maupun kelemahan dalam proses tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara dengan informan kunci, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan berdasarkan kerangka Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan aset tetap di DPRKPP Kota Tarakan telah dilaksanakan sesuai regulasi dan berjalan sistematis, meskipun masih menghadapi kendala berupa keterbatasan data real-time, rendahnya pemahaman pengguna, serta lemahnya pengawasan terhadap aset di luar kantor. Untuk mengatasi kendala tersebut diperlukan penguatan sistem informasi berbasis teknologi yang terintegrasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengawasan internal yang lebih terstruktur. Strategi optimalisasi yang berfokus pada regulasi, sumber daya manusia, teknologi, dan pengendalian internal diharapkan dapat meningkatkan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan aset tetap guna mendukung kualitas pelayanan publik.

5 dilihat · 4 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

POLA DISTRIBUSI DAN KEPADATAN POPULASI Geloina sp DI KAWASAN MANGROVE KKMB KOTA TARAKAN

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pulau Tarakan, Kalimantan Utara, memiliki ekosistem mangrove yang menjadi habitat penting bagi berbagai biota, salah satunya Geloina sp yang mampu beradaptasi terhadap fluktuasi salinitas dan memanfaatkan bahan organik dari serasah mangrove. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola distribusi, kepadatan, serta hubungan panjang-berat Geloina sp sebagai dasar pengelolaan ekosistem mangrove berkelanjutan. Penelitian dilaksanakan dari bulan Maret-Mei 2025 menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan Teknik purposive sampling pada tiga area mangrove 9 ha (depan, tengah, dan belakang) dengan 30 plot transek kuadrat berukuran 5×5 m dan jarak antar area 30 m. Sampel dikumpulkan saat surut untuk menghitung kepadatan (ind/m²), pola distribusi dengan indeks Morisita, distribusi frekuensi ukuran cangkang, serta hubungan panjang-berat individu. Hasil penelitian menunjukkan vegetasi mangrove didominasi Rhizophora sp. dan Avicennia sp., dengan kepadatan tertinggi pada area depan (0,88 ind/m², 22 individu), diikuti area belakang (0,60 ind/m², 15 individu) dan tengah (0,48 ind/m², 12 individu). Hasil perhitungan Indeks Morisita (I = 0.9) menunjukkan bahwa pola distribusi Geloina sp di kawasan mangrove KKMB Kota Tarakan bersifat merata/seragam. Sebagian besar individu berukuran sedang (5,59–6,31 cm), dan hubungan panjang-berat mengikuti persamaan W = 0,3532·L³·¹⁹⁵⁷ (R² = 0,9041), menunjukkan pertumbuhan alometrik positif. Ekosistem mangrove KKMB mendukung keberadaan Geloina sp., namun kepadatannya masih rendah sehingga perlu pengelolaan berkelanjutan untuk meningkatkan populasi dan menjaga habitatnya.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PENGARUH ADOPSI TEKNOLOGI DIGITAL DAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE TERHADAP PENGELOLAAN KAS DENGAN LAMA USAHA SEBAGAI VARIABEL KONTROL (Studi Kasus Pada UMKM Makanan Ringan Di Kota Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh adopsi teknologi digital dan strategi pemasaran online terhadap pengelolaan kas pada UMKM makanan ringan di Kota Tarakan, dengan mempertimbangkan lama usaha sebagai faktor kontrol. Penelitian ini menggunakan 4 variabel yaitu adopsi teknologi digital, strategi pemasaran online, pengelolaan kas, dan lama usaha. Populasi penelitian ini adalah seluruh UMKM makanan ringan di Kota Tarakan, dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 100 responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner yang telah diuji validitas, dan reabilitasnya. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis regresi berganda yang dilakukan dengan IBM SPSS 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adopsi teknologi digital dan strategi pemasaran online berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan kas, sedangkan lama usaha sebagai variabel kontrol tidak berpengaruh signifikan.

11 dilihat · 6 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Upaya Meningkatkan Perilaku Pengelolaan Keuangan Mahasiswa Melalui Literasi Keuangan Dan Gaya Hidup Hemat Dengan Locus of Control Internal Sebagai Moderator (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan)

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup hemat terhadap perilaku pengelolaan keuangan dengan locus of control internal sebagai variabel moderasi studi pada Mahasiswa Fakultas Ekonomi Angkatan 2021-2024, Universitas Borneo Tarakan. Pemilihan sampel menggunakan metode disproportionate stratified random sampling yang diperoleh sebanyak 240 responden. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan SEM-PLS dengan aplikasi WarpPLS versi 8.0. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan dan gaya hidup hemat berpengaruh positif signifikan terhadap perilaku pengelolaan keuangan, dan locus of control internal tidak mampu memoderasi pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup hemat terhadap perilaku pengelolaan keuangan. Implikasi teoritis penelitian ini mendukung theory of planned behavior dalam menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku pengelolaan keuangan.

8 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

ANALISIS IMPLEMENTASI POLA PENGELOLAAN KEUANGAN BADAN LAYANAN UMUM (PPK-BLU) PADA BLU UNIT PENYELENGGARA BANDAR UDARA (UPBU) JUWATA

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum (PPK-BLU) merupakan kebijakan strategis dalam reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan sektor publik di Indonesia, yang mengadopsi prinsip New Public Management (NPM). Kebijakan ini memberikan fleksibilitas bagi satuan kerja pemerintah dalam mengelola keuangan secara efisien, produktif, dan akuntabel tanpa mengabaikan orientasi pelayanan publik. UPBU Juwata Tarakan, sebagai UPT di bawah Kementerian Perhubungan, telah berstatus BLU sejak 2017 dan memainkan peran strategis dalam mendukung konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi PPK-BLU di UPBU Juwata dan mengevaluasi sejauh mana pengelolaan keuangannya mencerminkan prinsip good governance, efisiensi anggaran, serta peningkatan kualitas layanan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, studi pustaka, dan telaah dokumen seperti RSB, RBA, DIPA, dan laporan keuangan BLU. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PPK-BLU memberikan manfaat nyata, seperti fleksibilitas dalam pengelolaan PNBP, percepatan realisasi anggaran, dan peningkatan akuntabilitas pelaporan. Namun, tantangan seperti belum optimalnya Pemanfaatan teknologi informasi, kurangnya pelatihan SDM, lemahnya koordinasi internal, serta dinamika eksternal seperti perubahan regulasi dan tekanan terhadap standar layanan masih menjadi hambatan. Berdasarkan model implementasi Grindle, keberhasilan kebijakan sangat bergantung pada isi kebijakan dan konteks pelaksanaannya, termasuk regulasi, kapasitas lembaga, dan kesiapan SDM. Secara teoritis, penelitian ini memperkaya studi pengelolaan keuangan sektor publik berbasis kinerja. Secara praktis, temuan ini menjadi masukan strategis bagi UPBU Juwata dan pemangku kebijakan dalam memperkuat tata kelola BLU, khususnya di sektor transportasi udara.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessMetadata saja

pengaruh literasi keuangan dan gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan mahasiswa fakultas ekonomi universitas borneo tarakan

2025•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh dari Literasi Keuangan, gaya hidup terhadap pengelolaan keuangan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Borneo Tarakan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden penelitian adalah Mahasiswa Program Studi Manajemen tahun Angkatan 2021-2022 dengan jumlah responden 120 mahasiswa yang diambil dengan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Hair, et al. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini menunjukkan Literasi Keuangan dan Gaya Hidup berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan. Secara silmutan Literasi Keuangan dan Gaya Hidup secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan.

9 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

IDENTIFIKASI IKAN PREDATOR DAN KOMPETITOR DALAM TAMBAK TRADISIOANAL DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN

2024•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

IDENTIFIKASI IKAN PREDATOR DAN KOMPETITOR DALAM TAMBAK TRADISIONAL DI PULAU TIBI KABUPATEN BULUNGAN ABSTRAK Pada proses pembudidayaan di dalam tambak tradisional diketahui nilai Survival Rate (SR) untuk budidaya udang dan ikan di kalimantan utara saat ini berkisar antara 1,24 % - 52% dengan rata-rata 14%. Rendahnya nilai Survival Rate (SR) disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengaruh kualitas air dan banyaknya hama. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan identifikasi hama dan mengelompokkan ikan predator dan kompetitor di dalam tambak tradisional. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November sampai Februari 2024, pengambilan sampel menggunakan alat tangkap jala dan pada saat panen. Pengumpulan sampel dilakukan sebanyak tiga kali mulai dari satu bulan setelah penebaran dan pemanenan di tambak A dan tambak B, dengan menggunakan dua metode yaitu pengukuran kualitas air yang dilakukan secara insitu dan metode analisis data menggunakan Index of stomach content (ISC), Index of relative important (IRI) dan index of prepondere (IP). Dari identifikasi didapatkan 16 jenis hama. Berdasarkan pengelompokkan tersebut 11 bersifat predator dan 5 bersifat kompetitor. Sistem pengelolaan tambak untuk meningkatkan SR khususnya yang berkaitan dengan pengaruh hama seharusnya dapat diminimalisir atau bahkan dihilangkan dengan cara penggunaan saponin, memperkecil mesh size filter air pada pintu tambak, dan menglokalisir bibit karena masih rentan untuk di mangsa pada saat masih benur dengan tetap memperhatikan tingkat kepadatannya.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

POTENSI PEMANFAATAN PENGELOLAAN KEPITING BAKAU (Scylla sp) DI WILAYAH PROVINSI KALIMANTAN UTARA

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Kalimantan Utara memiliki potensi sumberdaya perikanan yang sangat besar, salah satunya adalah sumberdaya kepiting bakau. Berkembangnya pasar-pasar kepiting bakau baik lokal maupun internasional adalah suatu tantangan untuk meningkatkan produksi secara berkesinambungan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengelolaan budidaya kepiting bakau (Scylla sp) di wilayah provinsi kalimantan utara. Manfaat dari Penelitian ini di harapkan dapat memberikan informasi kepada pembudidaya mengenai potensi pengelolaan kepiting bakau yang ada di Kalimantan utara. Metode penelitian yang digunakan yaitu pemgambilan data DKP Provinsi, DKP Kota Tarakan dan BPS. penelitian dilakukan bulan September sampai Oktober di Kota Tarakan. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan September sampai bulan Oktober 2021. Pada tahun 2007 cenderung meningkat khususnya kepiting hidup dan kepiting beku, dan pada tahun 2018 potensi meningkat drastis, khususnya kepiting hidup dan daging kepiting beku. Potensi kepiting bakau pada tahun 2019 mulai menurun akibat dampak pandemi Covid-19 permasalahannya cukup kompleks saat itu lockdown dimana-mana. Memasuki tahun 2020 potensi kepiting mulai naik khususnya kepiting hidup dan kepiting beku. Pada tahun 2021 mulai menurun drastis adapun potensi berupa kepiting bakau, danging kepiting, kepiting soka, untuk capit kepiting dan kepiting beku tidak ada. Potensi kepiting bakau sangat meningkat dan tingginya permintaan kepiting bakau di dalam negeri dan luar negeri. Daerah tujuan dalam negeri kebanyakan dikirim ke Jakarta, Bandung, Makassar. Untuk luar negeri di kirim ke Malaysia, Singapura, China, Australia, Jepang, Korea Selatan. Adapun komoditas yang di ekspor maupun yang di impor berupa. Capit Kepiting, Daging Kepiting, Kepiting Hidup, dan Kepiting Beku. Untuk pasar lokal Kalimantan Utara Kepiting Bakau biasanya di kirim ke Tanjung Selor, Nunukan, KTT, dan Malinau.

7 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

PEMETAAN PEMAHAMAN LITERASI KEUANGAN DAN PENGELOLAAN KEUANGAN MAHASISWA PRODI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UBT

2022•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti pemahaman literasi keuangan dan pengelolaan keuangan mahasiswa prodi manajemen fakultas ekonomi UBT. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel berjumlah 110 responden dengan kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan angkatan, jenis kelamin, asal sekolah menengah atas, dan suku. Pengolahan data primer menggunakan teknik analisis SPSS dengan metode statistik deskriptif dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengelolaan keuangan.

6 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail
ThesisOpen AccessPDF tersedia

Pengelolaan Dan Komposisi Gulma Pada Areal Budidaya Tanaman Padi Di Pulau Tarakan

2021•Skripsi, Thesis, Disertasi, dan Tugas Akhir

Pengelolaan gulma dilakukan dengan cara kultur tehnis, fisik/mekanis, biologi, dan kimia. Selain itu, pengendalian tersebut juga didukung oleh informasi tentang komposisi gulma di areal budidaya tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan serta komposisi gulma yang ada di areal budidaya tanaman padi di Pulau Tarakan. Penelitian dilaksanakan di wilayah Mamburungan, Mamburungan Timur, dan Tanjung Pasir. Pengambilan sampel menggunakan metode kuadrat dengan ukuran 50 x 50 cm sebanyak 20 titik/kuadrat per lokasi yang diambil sebanyak 3 (tiga) kali. Metode wawancara dan penggunaan kuisioner digunakan untuk mengetahui pengelolaan gulma pada masing-masing areal budidaya tanaman padi. Komposisi gulma dilakukan dengan melakukan analisis vegetasi gulma yang meliputi, nilai SDR (Sum Dominance Ratio), indeks kekayaan spesies (R), indeks keanekaragaman Shanon-Wiener (H), indeks kemerataan (E), dan Indeks kesamaan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 16 spesies gulma yang tergolong ke dalam 9 famili. Spesies Monochoria vaginalis memiliki nilai SDR tertinggi di Mamburungan (32,7), dan Mamburungan Timur (35,9), sedangkan di Tanjung Pasir spesies Fimbristylis littoralis (32,0). Indeks kekayaan spesies dan keanekaragaman Shanon-Wiener, dan indeks kemerataan pada Mamburungan Timur (R=1,04; H’=1,34; E=0,61), Mamburungan (R=1,49; H’=1,64; E=0,64), dan Tanjung Pasir masing-masing sebesar (R=0,81; H’=1,36; E=0,70). Lokasi Mamburungan dan Tanjung pasir memiliki indeks kesamaan tertinggi yaitu sebesar 70 %, sedangkan indeks terendah pada lokasi Mamburungan dengan Mamburungan Timur yakni 55%. Pengelolaan gulma pada lokasi Mamburungan dilakukan dengan cara setelah padi dipanen lahan dibajak lalu dibiarkan, mendekati masa tanam lahan dibajak kembali, kemudian penyemprotan dilakukan sebanyak 1 kali dan penyiangan 2 kali. Sedangkan pada daerah Mamburungan Timur dan Tanjung Pasir setelah panen lahan dibiarkan, mendekati masa tanam lahan baru akan diolah kembali, kemudian penyemprotan sebanyak 2 kali dan tidak dilakukan penyiangan.

4 dilihat · 0 unduhanSitasiDetail